Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

  • Beranda
Google+ Youtube facebook twitter instagram Email

SKULIZER

SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN





Bab I
    Pendahuluan

   A.    Latar Belakangan

Pengelola sekaligus penjaga Museum Uang Sumatera, Medi Syahputra, mengatakan, museum uang ini sudah Launching semenjak tiga bulan yang lalu dan merupakan museum uang Sumatera yang pertama. Museum Sumatera bukan menampilkan mata uang keluaran Bank Indonesia, melainkan mata uang yang digunakan masyarakat pada masa revolusi Sumatera Utara.

Uang yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat ini pun memiliki arti tertentu selain sebagai alat tukar juga sebagai kode untuk memasuki suatu daerah. Beberapa koleksi uang yang tersedia dalam museum ini antara lain, uang Banten, Bukit Tinggi, Palembang dan juga Jambi, semua mata uang tersebut merupakan uang yang dicetak oleh Bistok Siregar.

Museum ini terdiri dari dua lantai, lantai satu terpajang uang kertas mata rupiah yang tersedia mulai dari 2,5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah, dan tidak hanya jenis uang kertas.Selain itu, ada juga bon beras yang pada saat itu digunakan sebagai kode dalam berperang dan juga sebagai alat barter. Di museum ini juga terdapat mesin pencetak uang dan alat pemotong uang di zaman tersebut.

Sedangkan di lantai dua, terdapat uang logam dengan berbagai macam dan ada juga yang terbuat dari emas asli, semua jenis mata uang mulai dari zaman VOC sampai ke zaman penjajahan Jepang tersedia di museum tersebut. Museum yang terdapat di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda tersebut tidak mengutip uang masuk bagi pengunjung yang datang, hanya saja jika ingin mendapatkan Souvenir berupa uang zaman dulu, maka pengunjung dikenakan biaya Rp10.000.

   B.     Rumusan Masalah

1.      Sejarah Museum Uang
2.      Manfaat Museum Uang
3.      Tanggapan Masyarakat

   C.    Tujuan Penulisan

1.      Mengajak masyarakat untuk menganal museum uang
2.      Menganalisa museum uang dari segi penulisan eksposisi
3.      Dan apa tanggapan masyarakat tentang museum uang

Bab II
Pembahasan

A.               Sejarah Museum Uang

Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara diresmikan tanggal 19 April 1982 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr.Daoed Yoesoef, namun peletakan koleksi pertama dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, tahun 1954 berupa makara. Oleh karena itu museum ini terkenal dengan nama Gedung Arca. Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara terletak di Jalan H.M.Joni no. 15, Medan. Jarak dari bandara udara Polonia sekitar 3 km, dan dari pelabuhan laut Belawan sekitar 25 km. Sedangkan dari pusat pemerintahan kantor Gubernur Sumatera Utara berkisar 3 km.

Bangunan museum berdiri di atas lahan seluas 10.468 meter persegi, terdiri dari bangunan induk dua lantai yang difungsikan sebagai ruang pameran tetap, ruang pameran temporer, ruang audio-visual/ceramah, ruang Kepala Museum, tata usaha, ruang seksi bimbingan, perpustakaan, ruang mikro film, ruang komputer, serta gudang. Secara arsitektur, bentuk bangunan induk museum ini menggambarkan rumah tradisional daerah Sumatera Utara. Pada bagian atap depan dipenuhi dengan ornamen dari etnis Melayu, Batak Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak, dan Nias.

Berdasarkan koleksi yang dimiliki, Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara dikategorikan sebagai museum umum. Sebagian besar koleksinya berasal dari daerah Sumatera Utara berupa benda-benda peninggalan sejarah budaya mulai dari masa prasejarah, klasik pengaruh Hindu-Buddha, Islam, hingga sejarah perjuangan masa kini. Sebagian lainnya berasal dari beberapa daerah lain di Indonesia dan dari negara lain seperti Thailand. Hingga tahun 2005 Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara menyimpan kurang lebih 6.799 koleksi. Berikut akan diuraikan koleksi museum ini.

MASA PRASEJARAH

Pada ruang pertama ini ditampilkan sejarah geologi mulai terbentuknya alam semesta, pergeseran benua, dan Pulau Sumatera. Sejarah alam mengenai migrasi manusia, sebaran flora dan fauna, juga mengenai kehidupan prasejarah. Koleksi yang ditampilkan meliputi replika hewan khas Sumatera, replika fosil manusia purba, diorama kehidupan prasejarah, serta beragam perkakas prasejarah.

KEBUDAYAAN SUMATERA UTARA KUNO

Menampilkan jejak dari peradaban awal masyarakat Sumatera Utara, mulai dari masa megalitik tua hingga masa perundagian. Koleksi yang ditampilkan meliputi temuan budaya megalit seperti peti mati dari batu (sarkofagus), benda-benda religi berupa patung batu dan kayu, tongkat perdukunan, wadah obat dari gading, serta koleksi naskah Batak Kuno yang ditulis pada kulit kayu yang disebut Pustaha Laklak.

MASA KERAJAAN HINDU-BUDDHA

Peradaban Hindu dan Buddha menyebar ke wilayah Indonesia seiring dengan berkembangnya perniagaan Asia sekitar abad ke-2 Masehi. Ruang ini menampilkan koleksi peninggalan agama Hindu-Buddha yang ditemukan di daerah Sumatera Utara, diantaranya temuan arkeologi dari situs Percandian Padang Lawas dan situs Kota Cina. Benda koleksi meliputi arca batu, perunggu, pecahan keramik, dan mata uang kuno, juga sebuah replika candi induk dari Candi Bahal I.

MASA KERAJAAN ISLAM

Ruang Islam menampilkan berbagai artefak peninggalan masa Islam seperti replika berbagai batu nisan dari makam Islam yang ditemukan di daerah Barus, Sumatera Utara. Serta nisan peninggalan Islam yang bercorak khas Batak, beberapa Al Qur'an, dan naskah Islam tua yang ditulis dengan tangan. Serta sebuah replika Masjid Azizi di Medan (note: tepatnya di Tanjung Pura, Langkat; negeri kelahiran Amir Hamzah).

KOLONIALISME DI SUMATERA UTARA

Sebelum Pemerintah Hindia Belanda masuk dan memerintah di wilayah Sumatera, para pengusaha dari Eropa khususnya Jerman telah datang dan membuka perkebunan di Sumatera. Koleksi masa kolonial membawa kita kembali pada masa-masa tersebut, ketika kemajuan usaha perkebunan telah melahirkan Medan sebagai kota multikultur yang kaya, unik, dan menarik. Koleksi yang ditampilkan meliputi komoditas perdagangan kolonial, alat-alat, dan mata uang perkebunan, foto-foto bersejarah yang langka, model figur kolonial, serta replika dari kehidupan kota Medan tempo dulu.

PERJUANGAN RAKYAT SUMATERA UTARA

Seperti halnya daerah lain di Indonesia, di Sumatera Utara telah tumbuh benih-benih perlawanan terhadap penjajah jauh sebelum kemerdekaan. Ruang perjuangan menceritakan sejarah perjuangan masyarakat Sumatera Utara sejak sebelum 1908 sampai masa revolusi fisik 1945-1949, juga ditampilkan sejarah perjuangan pers di Sumatera Utara. Benda koleksi meliputi senjata tradisional dan modern, obat-obatan tradisional, peralatan komunikasi yang digunakan melawan penjajah. Juga ditampilkan lukisan kepahlawanan dan poster propaganda masa perang.

GUBERNUR & PAHLAWAN SUMATERA UTARA

Ruang ini menampilkan para pahlawan nasional yang berasal dari provinsi Sumatera Utara, juga para mantan gubernur yang telah berjasa membangun dan memajukan provinsi Sumatera Utara. Koleksi berupa foto-foto serta lukisan dari para pahlawan dan mantan gubernur Sumatera Utara.

B.                Manfaat Museum Uang

Pameran uang perjuangan dibuka di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Medan. Acara diselenggarakan oleh dewan harian daerah 45. Acara ini rencananya diselenggakan hingga acara dibuka oleh Ketua Dewan Harian Daerah 45, Nurdin Lubis. Ia menyampaikan tujuan terswlenggaranya acara ini yaitu agar munculnya patriotisme, idealisme, dan nilai-nilai perjuangan 45.

Menurutnya dipembukaan pameran kali ini akan ditampilkan uang yang pernah dibuat oleh Bupati Karo pada Tahun 1945 kala itu."Uangnya dari kertas tulis, " ujarnya dihadapan hadirin.
Sebelumnya, para pengunjung disuguhkan tarian daerah dari Toba, Samosir yang dibawakan oleh 3 pasang muda-mudi. Acara ini diselenggarakan pleh Dewan Harian Daerah 45 Sumatera Utara, Museum Uang Sumatera dan Pusat Atudi Ilmu-Ilmu Sosial dan Sejarah Universitas Negeri Medan (PUSSIS - UNIMED).

Di sisi lain, perwakilan PUSSIS Unimed memberikan keterangan kepada hadirin menyampaikan terbitnya uang perjuangan dari perspektif sejarah. "Ada 142 uang yang diterbitkan di Sumatera Utara, Rantau parapat 29. 22 asahan, 18 bambang muda, pematang siantar 16, Nias 14, Medan nyaris tidak ada," ujarnya.

Menurutnya, uang perjuangan tersebut dipakai untuk menembus blokade Belanda, membeli komoditi impor dan lainnya. Laki-laki itu juga mengatakan, dahulu ada tentara NICA yang memakai uang perjuangan untuk membeli lontong, dan keperluannya sehari-hari.

C.               Tanggapan Masyarakat

Museum ini mampu mengenalkan masyarakat akan perjuangan pahlawan lewat arsitekturnya. Juga mampu memberikan cerita atau pemahaman baru tentang sejarah masa lalu Indonesia. Proses pembelanjaan dan pembelian juga bagaimana ekonomi Indonesia masa lalu tercipta.

Lebih banyak nilai historis yang terkandung dalam museum ini. Sebagaimana museum pada umumnya, yang berfungsi menyampaikan pesan sejarah juga kuat akan pesan nasionalisme dan juga kebudayaan. Museum uang di jalan pemuda, mampu menghidupi peranan penting akan lemahnya masyarakat kita terhadap nilai-nilai sejarah bangsanya.

Bab III
Penutup

A. Kesimpulan

Sejak diresmikan tiga bulan yang lalu tepatnya pada bulan Mei 2017, Medan miliki museum uang pertama di Sumatera. Pengelola sekaligus penjaga Museum Uang Sumatera, Medi Syahputra, di Medan, Kamis mengatakan bahwa museum uang ini sudah launching semenjak tiga bulan yang lalu dan  merupakan museum uang Sumatera yang pertama.

Museum Sumatera bukan menampilkan mata uang keluaran Bank Indonesia melainkan mata uang yang digunakan masyarakat pada masa revolusi Sumatera Utara. Uang yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat ini pun memiliki arti tertentu selain sebagai alat tukar juga sebagai kode untuk memasuki suatu daerah.

“Uang yang ada di museum ini mempunyai arti, jadi dulu masyarakat menggunakannya sebagai alat perang melawan Belanda, sebagai kode untuk memasuki suatu daerah tetapi sebagai alat barter juga,” kata Medi.

Beberapa jenis uang yang tersedia dalam museum uang Sumatera yaitu uang Banten, Bukit Tinggi, Palembang dan juga Jambi, semua mata uang tersebut merupakan uang yang dicetak oleh Bistok Siregar. Museum ini terdiri dari dua lantai, Lantai satu dari museum terpajang uang kertas mata rupiah yang tersedia mulai dari 2,5 rupiah, 10 rupiah, 25 rupiah bukan hanya uang kertas.

Ada juga bon beras yang pada saat itu digunakan sebagai kode dalam berperang dan juga sebagai alat barter, ada juga mesin pencetak uang dan alat pemotong uang di zaman tersebut.

Sedangkan dilantai dua terdapat uang logam dengan berbagai macam dan ada juga yang terbuat dari emas asli, semua jenis mata uang mulai dari zaman VOC sampai ke zaman penjajahan Jepang tersedia di museum tersebut. Museum yang terdapat di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda tersebut tidak mengutip uang masuk bagi pengunjung yang datang hanya saja jika ingin mendapatkan souvenir berupa uang zaman dulu maka pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Jadi ceritanya waktu itu aku mau ngedit video di laptop. Nah berhubung laptop ku spek-nya ngga terlalu tinggi, jadi aku bisanya cuma pakai aplikasi edit video yang ringan. Setelah searching sana sini akhirnya aku menemukan sebuah aplikasi ringan dan cukup bagus untuk ngedit video namanya Videopad.

Langsung aja aku cari di mbah google dengan kata kunci full registration videopad. Aku ketemu sama satu blog yang menghadirkan link download dan panduan cara install yang cukup ampuh. Teman-teman bisa klik link ini, KLIK untuk download file-nya. Lihat aja bagian bawah post, disitu terdapat link download dan juga panduan cara install. 

Nah setelah aku download file-nya terus aku esktrak dan install sesuai panduan dari blog itu. Videopad kini bisa aku gunakan di laptop. Aplikasinya benar-benar ringan. Ukuran file-nya juga ngga sampe ratusan megabyte. Cara menggunakannya juga cukup mudah, cukup masukan file yang ingin di edit setelah itu export dengan menekan CTRL+B. 

Waktu export video, tiba-tiba error. Muncul tulisan seperti ini : "C:\Program Files (x86)\NCH Software\Components\x264enc7\x264enc7.exe". Aku cek ulang panduan cara install di blog itu siapa tau ada yang salah namun setelah di cek ulang semua tahap aku lakukan dengan benar. Aku searching lagi sana sini di mbah google. Akhirnya lewat sebuah video di youtube aku berhasil mengatasi export error tadi. Teman-teman bisa klik ini, KLIK, untuk melihat videonya.


Ikuti satu persatu panduan yang di hadirkan dalam video itu. Teman-teman bisa download plug in tambahan yang digunakan dalam video itu dan klik link ini, KLIK untuk download file-nya. Setelah itu install plug in yang telah di download tadi. Tada! Kini export videopad sudah tidak error lagi.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Karya : Muhammad Zainal
Facebook
Instagram

Perkenalkan namaku Noval, aku punya dua orang sahabat namanya Anggi dan Zainal. Temanku yang bernama Anggi orangnya stay cool dan ganteng tapi itu kata dia sendiri. Anggi punya kebiasaan buruk yaitu suka makan jengkol. Akibat kebiasaan buruknya itu Anggi selalu gagal menjalin hubungan dengan cewek. 

Suatu hari Anggi berkenalan dengan seorang cewek lewat Instagram. Mereka saling balas DM dan saling like-like`an foto. Kemesraan dunia maya itu berlanjut di dunia nyata. Anggi menjemput gebetannya dengan menaiki mobil avanza dan mereka pun duduk di Medan Night Market jalan Adam Malik. Suasana riuh dan alunan musik pengiring menambah kemesraan.


"Yang! Aku mau ngomong sesuatu nih?" bisik Anggi.
Tiba-tiba gebetannya langsung tutup mulut.
"Lah, Ayang kenapa?" 
"Nafas kamu bau, Yang. Kamu makan jengkol ya?" kata gebetan Anggi
"Hehe iya Yang. Jengkol itu enak, penambah nafsu makan, mengobati sel-sel kangker ..."
"Iya nafasnya bikin paru-paru manded!" ketus gebetan Anggi.

Anggi diam.

"Kamu kalau mau makan jengkol jangan pas ketemu sama aku lah. Ilfil tau ngga!"

Gebetan Anggi langsung beranjak dari tempat duduk dan pergi meninggalkan Anggi. Anggi terbengong lalu mencium nafasnya dan berkata :

"Hmm... kenikmatan duniawi".

Temanku yang bernama Zainal ini anak Batak asli. Kendaraan dia banyak karena ia tukang jaga parkir.


"Seribu, dua ribu, tiga ribu, dekku! Sini aja dek masih muat. Jangan kunci stang ya, kunci aja hatimu ke abang, Dek. Ahahaha, Uwak kau!" Zainal ketawa. 

"Sikit juga hari ini bah. Mau tak bisa malam mingguan nih sama si Marta. Makan nggak nambah ngga senang hidupnya. Tapi ngga papa lah, gendut-gendut banyak warisan bapaknya, Ahahaha, Uwak kau!" Zainal ketawa lagi.

Itulah sahabat-sahabatku. Entah kenapa aku bisa kenal dengan mereka. Ohiya aku fans berat sama Miawaug, kalian tau kan. Apa! Kalian ngga tahu. Oke ku kasih tau nih. Dia itu Youtuber gamers yang punya banyak subscriber. Dari dulu aku pengen banget jadi kayak dia karena aku hobby ngegame juga bahkan sampe larut malam.

"Wee aku ambil buff, push tower, wee. Jhonson kamvret noob" teriak Noval kayak orang gila.

Beberapa jam kemudian.

"Woii!! Fal, serang dia, jangan diam aja. Woii!! Fal" kata kawan clan Noval.

Hero Noval tidak bergerak.

"Woii!! Fal, kampret, jangan diam aja, serang!!"

Hero Noval masih tetap tak bergerak

"Woii!! Fal, majulah. Anjiirr .. jadi mati aku kan" 

Kawan clan Noval emosi dan membanting hp tapi bukan hp yang dia pakai untuk main game melainkan hp rusak yang sudah jadi kebiasaannya. Besok-besoknya kawan clan Noval menanyai Noval.

"Sorry we ketiduran aku"
Kawan clan Noval banting hp rusak lagi.


Ohiya kami bertiga punya markas dimana jadi tempat untuk kami bertukar pikiran.

Noval : "We!! kelen merasa ngga kalo kita gini-gini aja. Coba la kita ubah pola hidup kita kayak kawan-kawan yang lain. Ya jadi orang normal gitu. Keluar kek punya pacar, nonton atau apalah."

Zainal : "Uwak kau! Berarti ko bilang hidupku ngga normal, Ha! Jadi si Marta itu bukan cewek ku.
Ko anggap apa dia, Ha! Peliharaan" Zainal naik darah.

Anggi : "Haha cocoknya gitu. Ngasi makan dia aja kerjaan mu kan?"

Noval : "Haha bukan gitu men. Ya kita ubah lah penampilan kita biar lebih terkenal. Punya cewek cantik dan bisa menikmati masa muda." 

Zainal : "Halah banyak kali kuah kuah kau. Minum teh manis aja jackpot kau. Aku dah cukup terkenal. Zainal nih bukan sembarangan. Lahan parkir indomaret itu semua orang tau namaku. Udah, aku cukup terkenal. Terkenal kali ..." 

Anggi : "Kayaknya betul juga ide kau Fal. Aku juga mau berubah nih, selalu gagal dapetin cewek" 

Noval: "Kau sih udah keren, sayangnya nafas kau aja yang bauk. Sumpah, bauk jengkol busuk"

Zainal : "Ahaha kok bisa hidop lah orang kek kau. Kasihan aku nengok kau, ganteng-ganteng nafas bauk limbah pabrik pellet"

Anggi : "Eh kau udah berlebihan itu. Muka kau aja udah kayak pantat onta. Kau lagi Fal, mukak kau mirip tikus tanah. Udah aku ngga perlu lagi ide gilak kau itu"

Noval : "Lho kok gitu. Kok saling ngejek. Udah gini aja kek mana kalau kita lomba dapetin Angle. Siapa yag menang harus nurutin semua permintaan, apapun itu"


Zaina & Anggi : Oke siapa takut!!"
Noval : "Oke kita buktikan!!"

Bersambung ....
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Film ini aku temukan di lapak download langgananku. Tertarik menonton karena trailer filmnya yang memperlihatkan sekumpulan anak muda dan komunitas musik Funk. Sebagai orang yang menyukai film-film bergenre musical dan punya niat untuk membuat film seperti itu suatu hari nanti, tidak ada salahnya untuk menonton film ini. Hitung-hitung buat menambah referensi.

 Adegan awal film ini memperlihatkan beberapa simbol-simbol aneh di dalam sesuatu yang berbentuk seperti telur melayang-layang layaknya di luar angakasa. Lalu selanjutnya kita menyaksikan adegan seorang pria terbangun dari tidurnya dan memutarkan musik funk di Turntable lalu mengangguk-angguk seperti kerasukan jiwa. 

Kebanyakan film musical mengambil konsep pertunjukkan Opera atau Broadway Musical. Jarang sekali ada yang mengambil konsep musik anak jalanan. Sekalipun ada, kualitas filmnya tidak terlalu bagus. Melihat adegan awal film ini di tambah lagi trailernya membuat ekspektasiku jadi tinggi. Berharap mendapatkan tontonan musical ala funk, film ini justru membuat kepalaku pusing. 

Bercerita tentang tiga anak muda yang menyukai musik funk, Enn (Alex Sharp), John (Ethan Lawrence) dan Vic (AJ Lewis). Mereka bertiga lalu mendatangi klub musik funk di Croydon dan menyaksikan pertunjukan Band gila bernama Dyschords. Setelah pulang dari Croydon, di perjalanan Enn mendengarkan alunan musik aneh. Mereka lalu mengikuti arah musik tersebut dan sampai pada sebuah tempat. 


Di tempat itu mereka bertiga di sambut oleh seorang perempuan yang memakai kostum aneh bernama Stella. Stella lalu mengijinkan mereka bertiga masuk ke dalam. Selama berada di dalam, mereka melihat hal-hal aneh dan absurd. Enn pun bertemu dengan seorang perempuan bernama Zan (Elle Fanning) yang tertarik akan musik funk dan meminta Enn untuk mengajaknya ke pesta.

Dari situ segala ekspektasiku tentang film musical ala funk lenyap sudah. How to Talk to Girl at Parties, bak novel Supernova karya Dee Lestari. Ceritanya mengarah pada sebuah kunjungan makhluk asing di bumi dan cerita romansa antara makhluk asing tersebut dengan manusia. Makhluk asing tersebut tidak mengerikan seperti dalam film Predator namun berbentuk layakya manusia.

Mereka mempunyai tradisi yang aneh, ada yang terus berteriak, menari-nari dan ada juga yang bisa menumbuhkan diri. Simbol-simbol di awal adegan merupakan penjelasan tentang tiap-tiap koloni makhluk asing tersebut. Mereka adalah Semangat, Pikiran, Suara, Keinginan, Seks, & Kekuatan. Namun seiring dengan tumbuhnya benih asmara antara Zan dan Enn, koloni tersebut bertambah satu lagi yaitu Hati. 


How to Talk to Girls at Parties bukanlah sajian nan murahan yang asal sekedar absurd. Dengan adanya Nicole Kidman di dalam film ini jelas menunjukan bahwa film ini mempunyai nilai lain. Namun entah terletak di kesalahan naskah atau kurangnya eksekusi Sutradara, film ini jadi sajian garing nan membosankan. 

Beberapa adegan cukup menghibur ketika filmnya masuk ke ranah musik Funk. Aksi gila dari vocalis Dyschords merupakan yang terbaik dari film ini. Sang vocalis tampil nyentrik dengan busana seperti banci dikejar Satpol PP. Ia berteriak, berjoget, meludah bahkan melompat dari atas panggung dan menciumi orang yang bakal mengontraknya. 

Tak ketinggalan juga aksi gila dari Elle Fanning yang bergaya Funk dan bernyanyi seperti vocalis Evanescence. Kepandaian Elle Fanning memainkan ekspresi datar dan tatapan ingin ingin tau bahkan sampai melakukan adegan ciuman gila seperti : menciumi satu persatu orang yang ada di Croydon, Menciumi hidung Enn, menjilati kuping Enn dan adegan ciuman sambil muntah. 


Menjelang klimkas, film ini kehilangan daya tarik dan seperti kebingungan untuk mengakhiri film. Karakter Enn yang merupakan karakter utama dalam film ini juga belum mampu mengambil simpati penonton. Akting Nicole Kidman sudah tidak perlu di ragukan lagi, namun lemahnya penulisan naskah membuat dialognya terasa aneh. Mungkin itu karena tema filmnya yang tentang makhluk asing.

Terakhir, How to Talk to Girls at Parties merupakan film fiksi ilmiah romansa komedi yang masih dapat memberikan hiburan terlepas dari semua keanehan yang ada dalam filmnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Karya : Muhammad Zainal
Facebook
Instagram

Sepasang kekasih yang sedang pergi memancing disebuah kolam pancing terlihat begitu mesra. Sang cowok yang sedang mempersiapkan alat-alat pancingnya dan si cewek asik ngevlog dan terus mengambil object foto. Mereka terlihat sangat menikmati dan bersenang-senang.

Tiba-tiba si cewek tersebut tanpa sengaja melihat sesosok pria yang menggunakan jaket hitam dan terlihat begitu misterius. Tetapi karena merasa tidak kenal, ia hanya mengabaikannya saja. Tak lama kemudian si cewek melihatnya kembali dan terlihat pria misterius tersebut begitu serius menatap mereka.

Terlihat mata yang merah seakan akan menyimpan rasa dendam. Tapi si cewek tersebut masih mengabaikannya, menurutnya itu tidak penting dan tetap asik bersama cowoknya. Si cewek menyuruh cowoknya agar berpose untuk di foto lalu cowoknya pun berdiri, bergaya sambil memegang pancing.

Tiba-tiba pria misterius tersebut mengeluarkan pisau di kantung jaketnya dan mendekati sepasang kekasih tersebut. Waktu si cewek ingin memfoto pacarnya si pria misterius tersebut langsung menusuk kepala si cowok dari belakang. Si cewek langsung syok dan lari sambil berteriak mintak tolong. Pria misterius itu terus mengejarnya.



Cewek tersebut terus berlari dan tak sengaja terpeleset ke kolam. Pria misterius tersebut mendekati si cewek dan langsung menusukkan pisau di kepalanya. Setalah membunuh satu pasangan tadi pria misterius tersebut terlihat sangat sedih. Dari wajahnya keluar air mata.

Ternyata pria misterius tersebut memiliki masa lalu yang cukup kelam, dimana dulunya ia memilki pacar, mereka sering memancing bersama di kolam tersebut. Pacar pria misterius itu tewas di lokasi pancing tersebut.

Pria misterius tersebut sangat sedih dan dengan kesedihan yang mendalam, ia menjadi frustasi. Pria misterius itu selalu datang ke kolam pancing itu untuk mengingat pacarnya yang telah tewas.
Sebenarnya misterius itu bukan melihati kedua pasangan tersebut. 

Ia hanya terkejut melihat arwah pacarnya yang terlihat sangat marah dan cemburu. Karena tidak terima melihat arwah pacarnya sedih dan marah, pria tersebut membunuh sepasang kekasih itu untyk membuat arwah pacarnya senang kembali.

Begitulah ceritanya sekian dan terima kasih........

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Tentang Aku


Welcome to my blog.
Namaku Arif Hidayat, seorang pria biasa yang menjadi Penikmat Film | Pendengar Musik | Pencandu Buku. Kritik dan saran atau sharing bisa menghubungi lewat email : deni.aries86@gmail.com

Follow Us

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Google+
  • Youtube

Categories

Film Ulasan Cerpen Makalah Tutorial

recent posts

Blog Archive

  • Januari 2019 (1)
  • November 2018 (3)
  • September 2018 (5)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates